JUARA BERTAHAN PUTRI TUMBANG

PALEMBANG – Juara bertahan putri Jakarta Pertamina Energi harus mengakui keunggulan Bandung Bank bjb Pakuan usai kalah dengan skor 1-3 (19-25, 25-23, 19-25, 23-25) pada laga yang digelar di GOR PSCC Palembang, Sabtu (12/1) . Ini pun menjadi kemenangan kedua Bank bjb Pakuan, usai sebelumnya menang atas Jakarta Elektrik PLN 3-2(16-25, 26-24, 25-20, 18-25, 15-10) pada putaran pertama lalu.

Set pertama bjb Pakuan berhasil tampil impresif dengan langsung menekan lawan, walaupun mereka sempat tertinggal 12-15 atas Pertamina Energi, tapi anak asuh Teddy Hidayat itu membalikkan keadaan sehingga berhasil menutup set pertama 25-19. Wintang Dyah Kumala Sakti dkk pun belajar banyak dari pertandingan kemarin saat lawan Jakarta BNI 46, terlalu banyak melakukan kesalahan sehingga mampu mengimbangi skor 6-6, walaupun pada akhirnya set kedua skor jadi milik Jakarta Pertamina Energi 25-23.

Memasuki set ketiga, Jakarta Pertamina Energi kesulitan untuk mencuri poin dari Bank bjb Pakuan. Sehingga set ketiga berhasil dimenangi tim asal Bandung itu dengan skor 25-19. Set keempat pun Novia Andriyanti dkk. beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, sehingga skor semakin tertinggal jauh dan anak asuh Teddy itu berhasil memanfaatkan kekacauan lawan sehingga mampu mengakhiri pertandingan dengan 25-23.

“Kalau hari ini anak-anak memang jauh lebih baik dan lepas mainnya dari pada kemarin, recieve kali ini bagus sehingga mampu mengantarkan kita menang. Dan kepercayaan diri mereka sendiri lebih baik dari kemarin, walaupun tadi di set kedua kita kalah karena recieve kita beberapa kali gagal,” ujar Pelatih Bank bjb Pakuan, Teddy Hidayat usai laga.

“Pemain asing kita (Maja Burazer) memang sangat membantu dari pada yang sebelumnya. Sedangkan kita pun mengubah pola permainan dan lebih bermain cepat. Kalau melawan tim yang bertitel jura pasti ada beban sendiri buat anak-anak tapi saya kasih tahu mereka agar tidak terbebani yang penting tetap main bagus,” tambahnya.

Seter utama bjb, Tisya Amalya Putri sendiri mengatakan bahwa “Kita bermain lepas saja hari ini tanpa ada beban. Kalau dengan Maja sendiri komunikasi bagus di lapangan yang penting dia minta bola tinggi saja saya kasih tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, pelatih Jakarta Pertamina Energi, Muhammad Ansori mengatakan anak asuhnya cukup bermain bagus hari ini, hanya saja memang timnya banyak melakukan kesalahan dan lawan bermain bagus. Dan momok juara bertahan pun masih melekat di anak-anak sehingga hal itu pasti menjadi beban untuk mereka.

“Dari awal kita tidak landing, hany di set kedua kiya bisa landing memang beban atau anak-anak terlalu enjoy mainnya, overconfidence jadinya, mereka psti mikirnya pasti menang. Ketika lawan bisa menekan kita tidak bisa kelur dari tekanan. Anak-anak hari ini memang terlalu banyak melakukan kesalahan, bahkan kita sampai memberikan 10 hingga 11 poin secara percuma kepada lawan, itu dari bola-bola out, kita pun terlalu banyak melakukan kesalahan,” kata Mantan Pelatih Timnas Putri Indonesia itu.

“Mungkin semua tim mempersiapkan timnya dengan bagus ya di putaran kedua ini. Dan kita juga masih terbebani dengan juara, dan mungkin beban juara itu belum terlepas dari hati anak-anak sendiri. Kalau kedepan kita tetap waspada dan harus lebih enjoy lagi mainnya, percuma kalau mainnya bagus tapi mentalnya jelek ya susah jadi tim bagus,”

Sedangkan quicker Jakarta Pertamina Energi, Agustin Wulandhari mengaku kalau di lapangan “Komunikasi ya itu yang paling penting, tapi mungkin kita tadi banyak miss komunikasi sehingga banyak melakukan kesalahan. Yang paling penting sebenarnya bagaimana kita bisa mengatasi dan keluar dari tekanan yang diberi lawan, itu yang paling penying,” tuntas Wulan.(*)

2019-01-13T08:17:12+07:00

Leave A Comment