SAMATOR TUMBANG DI TANGAN “ADIKNYA”

BANDUNG – Juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator tumbang di tangan “adiknya” Sidoarjo Aneka Gas Industri 1-3 (25-23, 23-25, 18-25, 24-26) pada lanjutan seri ketiga putaran pertama Proliga 2019 di GOR C-Tra Arena Bandung, Jumat (21/12).

Meski kalah, tim asuhan Ibarsjah Djanu Tjahjono itu tetap berada di puncak klasemen sementara dan masih berpeluang menjuarai putaran pertama. Jika menang dari Jakarta Pertamina Energi, Sabtu (22/12) ini, dengan skor 3-0 atau 3-1 Samator tetap juara putaran pertama.

“Kalau saya lihat masalah mental, mungkin karena kebiasaan latihan bersama ya, jadi greget hari ini sama sekali tidak ada. Yang kedua, kita akan evaluasi servis, recieve, dan yang utama Aneka Gas bermain lepas. Sebenarnya bukan meremehkan tapi gregetnya masih kurang, mereka berlatih bersama dari dulu, hanya dalam dua minggu terakhir sebelum Proliga ini berlangsung mereka latihan terpisah,” ujar Ibarsjah usai laga.

“Harapannya untuk besok (lawan Pertamina) bisa bermain lebih lepas lagi daripada hari ini. Dengan ini pun pendatang baru seperti kita dan Jakarta Garuda bisa bersaing ,” lanjut Ibarsjah

Bhayangkara Samator menghadapi pelapisnya sendiri Aneka Gas Industri dari awal pertandingan tidak mempermainkan pemain andalannya seperti Nizar Julfikar, Rendy Febriant dan yang lainnya. Meski begitu set pertama Samator masih mampu diimbangi oleh lawan sehingga skor sama 17-17, tapi juara bertahan itu pun mampu menutup set pertama dengan kemenangan tipis 25-23.

Memasuki set kedua permainan Aneka Gas Industri mulai berkembang dan mampu memimpin laga, walaupun diset awal Samator memimpin. Tapi, juniornya mampu menutup set kedua dengan 25-22. Begitu juga set ketiga, permainan juara bertahan itu lebih buruk sehingga mereka terus tertinggal skor hingga mampu menyamakan 18-18, tapi disayangkan mereka harus kembali melepas set ketiga kepada Aneka Gas dengan tertinggal jauh 18-25.

Namun pada set keempat Bhayangkara Samator pun terus menyamakan skor dari 10-10, 18-18, hingga 21-21, tapi tak mampu mengungguli hingga laga berakhir menjadi milik Aneka Gas Industri 26-24.

Pelatih Aneka Gas, Joni Sugiyatno mengakui bahwa memang anak asuhnya lebih diuntungkan dengan lawan yang terus melakukan kesalahan. Terutama melalui servis.

“Walaupun menang, evaluasi tetap sama, tapi kalau dilihat dari yang di Yogyakarta dan Gresik ya ini lumayan bagus, tapi kalau ketemu seniornya mereka masih sangat hati-hati, sehingga masih belum maksimal. Kalau untuk saya kurang sedikit lagi (gregetnya), karena nanti diputaran kedua sudah pasti tim pada mengila semua, sekarang masih santai, besok masih ada,” tambahnya.(*)

 

2018-12-22T00:15:14+00:00

Leave A Comment