PBS MENJADI TIM PUTRA TERAKHIR KE FINAL FOUR

BANDUNG – Tim putra Palembang Bank SumselBabel (PBS) menjadi tim keempat atau tim terakhir yang meraih satu tiket ke final four, setelah meraih kemenangan atas Jakarta Pertamina Energi (JPE) 3-2 (25-23, 24-26, 21-25, 25-21, 15-11) pada hari terakhir seri kedua putaran kedua Proliga 2020 yang berlangsung di GOR C-Tra Arena Bandung, Minggu (8/3/2020).

Kemenangan atas JPE itu merupakan kemenangan kelima yang diraih tim asuhan Mashudi pada musim ini. Dan itu sekaligus menutup peluang dari tim pendatang baru Lamongan Sadang MHS. Tim asuhan Putut Marhaento itu masih menyisakan tiga laga. Meski meraih tiga kemenangan itu nantinya, tidak mungkin mengejar kemenangan yang sudah diraih PBS.

Seperti diketahui, tiga tim putra yang sudah lebih dulu memastikan lolos ke final four adalah Jakarta BNI 46, Surabaya Bhayangkara Samator, dan JPE. Tim lain yang tersisih selain MHS adalah Jakarta Garuda.

PBS telah meraih dua kemenangan di Babdung. Sebelumnya, PBS mengalahkan Jakarta Garuda dengan skor 3-1. Kini, PBS berada di peringkat empat klasemen utama dengan total perolehan 15 poin.

Ambisi yang luar biasa sudah ditunjukkan oleh skuad didikan Mashudi ini. Poin perdana pada set pertama pun dibuka dengan poin dari servis Sandy Akbar yang sempurna masuk membobol pertahanan lawan. Meski di menit terakhir sering terjadi error, set pertama berhasil ditutup dengan gagalnya servis dari JPE, Cep Indra Agustin dan kemenangan untuk PBS, 25-23.

Berbeda dengan set pertama, set kedua pertahanan PBS sempat melemah di awal pertandingan. PBS baru bisa menyalip JPE ketika skor menginjak angka 16-16 poin. Namun, serangan dari JPE di akhir pertandingan tidak dapat dibendung hingga JPE merebut set kedua dengan skor 24-26. Berlangsung ketat dan sengit, selisih satu poin pun sering terjadi di set ketiga.

Mulai dari awal, skor JPE berhasil mengungguli PBS. Saat sampai di momen set poin, kemenangan JPE set tertunda karena gagalnya servis dari Minic. Pada kesempatan itu PBS terus berusaha memperkecil poin, meski akhirnya harus mengakui kekalahan dari JPE dengan skor 21-25.

Kembali mendominasi permainan di set keempat, selisih tipis pun terus jadi sampai poin-poin krusial. Smes dari Vandim pun berhasil membuat jarak cukup jauh dengan skor JPE. PBS pun berhasil menang dengan skor 25-21.

Di awal set kelima, kekuatan kedua pemain terlihat seimbang. Kejar-kejaran poin pun tak terelakkan. Hingga pada menit-menit akhir, servis dan pertahanan PBS pun terlihat bagus dan laga berakhir menjadi 15-11.

Mashudi, pelatih PBS pun mengaku lega dan senang. Pasalnya, laga kali ini berjalan sesuai dengan yang ia rencanakan. “Sesuai dengan skenario bahwa anak-anak harus tampil all out. Permainan anak-anak hari ini luar biasa. Saya doktrin ke mereka begitu kalah 2-1 usahakan harus ada set kelima, kalau kalah di laga ini nanti berat di Yogyakarta. Alhamdulillah, sekarang aman karena perjuangan anak-anak dan bantuan yang di atas,” ungkapnya sumringah.

“Pemain terbaik hari ini adalah Araujo. Kalau Sandy mulai bagus di akhir saja, tapi kalau Araujo konsisten dari awal sampai akhir. Ia perbaikan karena kemarin servisnya sering gagal, passing nggak masuk,”

Sedangkan pelatih dari JPE, Pascal Wilmar mengungkapkan bahwa memang timnya tidak bermain ngoyo pada hari ini karena posisi mereka sudah aman di final four. “Semua kondisi aman sih. Tadi kami mainnya tidak lepas saja, servisnya lemah jadi otomatis lawan menang dengan mudah. Kami sempat ingin bertarung ketika skor 2-2. Tapi kalau menang ya syukur kalau kalah ya biarkan aja,” papar Pascal.

“Sayanya mau sih tetap fight, tapi kalau sudah masuk empat besar ngapain dipaksakan sih? Tapi jujur, untuk final four saya sudah prediksi sih, palembang bank sumselbabel akan jadi yang keempat,” pungkasnya (*).

2020-03-08T20:37:44+07:00

Leave A Comment