Putra BNI Tumbangkan Tim Tuan Rumah pada Laga Terakhir Seri Ketiga

PALEMBANG – Tim putra Jakarta BNI 46 berhasil menuntaskan putaran pertama Proliga 2020 dengan kemenangan. BNI meraup poin penuh setelah menumbangkan skuad tuan rumah, Palembang Bank SumselBabel, dengan skor 3-0 (25-23, 25-19, ) di Gedung PSCC, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (9/2/2020).

Berbekal hasil positif ini, Jakarta BNI 46 pun terus membayangi posisi rival sekota mereka, Jakarta Pertamina Energi, yang memuncaki klasemen sementara dengan 13 poin. Adapun BNI kini punya 12 poin.

Di sisi lain, Palembang Bank SumselBabel (PBS) yang berharap bisa menambah poin dari laga kandang terakhir mereka, tertahan di peringkat keempat. PBS mengoleksi 7 poin.

Laga sarat gengsi antara BNI dan PBS berjalan dengan tensi tinggi sejak set kesatu dimainkan. Namun, BNI membuktikan bahwa permainan mereka pada set itu sedikit lebih baik.
Mereka menang dengan skor tipis, 25-23, setelah aksi blok yang dilakukan I Putu Randu berhasil mengadang smes kubu PBS.

Gagal mengamankan set pertama di hadapan publik sendiri sekaligus Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru memberi tekanan kepada PBS. Performa mereka menurun drastis pada set kedua.

Banyaknya jumlah kesalahan yang dibuat Sandi Akbar dkk membuat tim tuan rumah tertinggal jauh dari BNI. Mereka pun keok pada set kedua dengan selisih enam poin, 19-25, lagi-lagi melalui aksi blok yang ditampilkan I Putu Randu.

PBS baru bisa kembali mengimbangi permainan BNI pada set ketiga. Tim yang dilatih Mashudi itu terus menempel perolehan poin BNI. Saat technical time out kedua terjadi, PBS cuma tertinggal 14-16.

Namun, selepas jeda kedua tersebut, penampilan PBS tak lagi stabil. Mereka tertinggal 16-22. Seperti pada dua set sebelumnya, BNI kembali mengunci kemenangan melalui aksi blok.

“Hari ini anak-anak bermain suasana saja, tidak ada yang terlalu dipaksa untuk bermain seperti ini atau itu karena saya sudah tahu kondisi tim lawan seperti apa,” tutur pelatih Jakarta BNI 46, Samsul Jaiz, seusai laga.

“Kami juga tidak terlalu mematikan pemain asing mereka, (Carlos Alberto) Araujo. Strategi ini malah berhasil,” kata Samsul lagi.

Dari kubu PBS, Mashudi selaku pelatih kepala mengakui kepiawaian Randu dalam bermain psy-war. Dia menilai apa yang dilakukan Randu pada pertandingan tadi telah sukses meruntuhkan mental dan fokus bertanding timnya.

“Saya harus akui, Randu tadi bagus sekali, baik permainan maupun cara dia mempengaruhi lawan. Permainan anak-anak tadi rusak karena psy-war yang diberikan Randu,” ucap Mashudi.

“Kalau soal keputusan wasit, saya tidak bisa komentar karena masing-masing wasit punya penilaiannya sendiri. Saya pribadi tidak melihat hal itu sebagai penyebab kekalahan tim saya, lebih karena tidak bisa menyikapi psy-war dari Randu saja,” tutur dia.(*)

2020-02-10T05:56:25+07:00

Leave A Comment